Berikut Pengertian, Penyebab, Dan Dampak Inflasi Pada Ekonomi

Post a Comment
Helloo, balik lagi dengan saya ngadimin kali ini kita akan membahas apa itu yang di namakan inflasi dan juga berserta dampaknya ? dan apakah inflasi di indonesia pernah terjadi ?, simak pembahasan berikut ini.
apa itu inflasi
Inflasi

Inflasi Adalah

Inflasi adalah indikator untuk melihat tingkat perubahan, dan di anggap terjadi jika proses kenaikan harga berlangsung secara terus-menerus dan saling pengaruh-memengaruhi. Istilah inflasi juga di gunakan untuk mengartikan peningkatan persediaan uang yang kadangkala dilihat sebagai penyebab meningkatnya harga.

Dalam ilmu ekonomi, inflasi merupakan suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus berkaitan dengan mekanisme pasar yang dapat di sebabkan oleh beberapa faktor, antara lain, konsumsi masyarakat yang meningkat, berlebihnya likuiditas di pasar yang memicu konsumsi atau spekulasi, sampai termasuk juga akibat adanya ketidaklancaran distribusi barang. Dengan kata lain, inflasi juga merupakan proses menurunnya nilai mata uang secara berkelanjutan.
(likuiditas adalah kemampuan perusahaan dalam memenuhi kebutuhan jangka pendeknya. Pengertian lainnya adalah kemampuan seseorang atau perusahaan untuk memenuhi kewajiban atau hutang yang harus segera di bayar dengan harta lancarnya) 

apa itu inflasi
Uang koin
Ada banyak cara mengukur tingkat inflasi, sebagai contoh dua yang sering di gunakan adalah CPI dan Deflator.

Inflasi dapat di golongkan menjadi empat golongan, yaitu ringan, sedang, berat, dan hiperinflasi.
  • Inflasi ringan di bawah angka 10% setahun
  • Inflasi sedang antara 10%-30% setahun
  • Inflasi berat antara 30%-100% setahun
Apa itu inflasi
Ilustrasi 
Indonesia tercatat pernah mengalami hiperinflasi di akhir masa kepemimpinan Presiden Soekarno. Pada saat itu tingkat inflasi terus melambung pada tahun 1962, inflasi tahunan mencapai 165% dan mencapai puncak pada tahun 1965 saat menembus 600%.

Penyebab Terjadinya Inflasi

apa itu inflasi
Ilustrasi
Inflasi dapat disebabkan oleh dua hal, yaitu tarikan permintaan (kelebihan likuiditas/uang/alat tukar) dan yang kedua adalah desakan (tekanan) produksi atau distribusi (kurangnya produksi atau juga termasuk kurangnya distribusi).

Untuk sebab pertama lebih dipengaruhi dari peran negara dalam kebijakan moneter (Bank Sentral), sedangkan untuk sebab kedua lebih dipengaruhi dari peran negara dalam kebijakan eksekutor yang dalam hal ini dipegang oleh Pemerintah (Government) seperti fiskal (perpajakan/pungutan/insentif/disinsentif), kebijakan pembangunan infrastruktur, regulasi, dll.

Dampak

Inflasi memiliki dampak positif dan dampak negatif tergantung parah atau tidaknya inflasi.

Apabila inflasi tersebut ringan, justru mempunyai pengaruh yang positif dalam arti dapat mendorong perekonomian lebih baik, yaitu meningkatkan pendapatan nasional dan membuat orang bergairah untuk bekerja, menabung dan mengadakan investasi.

Sebaliknya, dalam masa inflasi yang parah, yaitu pada saat terjadi inflasi tak terkendali (hiperinflasi), keadaan perekonomian menjadi kacau dan perekonomian dirasakan lesu.

Orang menjadi tidak bersemangat kerja, menabung, atau mengadakan investasi dan produksi karena harga meningkat cepat. Para penerima pendapatan tetap seperti pegawai negeri atau karyawan swasta serta kaum buruh juga akan kewalahan menanggung dan mengimbangi harga sehingga hidup mereka menjadi semakin merosot dan terpuruk dari waktu ke waktu.

apa itu inflasi
Ilustrasi

kang ngadimin
Blogger muda yang jarang update dan belajar Sekian dan terima gaji

Related Posts

Post a Comment

Subscribe Our Newsletter